Selasa, 24 Juni 2008

ASAM LEMAK TRANS

ASAM LEMAK TRANS

Trans fatty acids (TFA), lebih dikenal sebagai lemak trans, merupakan pembunuh tersembunyi (secret killer) karena dapat meningkatkan kolesterol darah secara bertahap dan meyakinkan. Kandungan lemak trans yang tinggi pada makanan ala Barat, seperti fast food, merupakan penyebab meningkatnya jumlah penderita penyakit jantung koroner yang berusia muda.

Asam lemak trans memiliki ikatan rangkap yang terdapat di dalam minyak atau lemak cair. Asupan lemak trans yang tinggi di atas enam persen dari energi total secara terus menerus bisa berakibat buruk pada banyak hal. Pengaruh negatif asam lemak trans lebih besar dari asam lemak jenuh dan kolesterol. Konsumsi asam lemak trans akan menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan bisa menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). Asam lemak trans mempunyai efek negatif dua kali lipat dibanding asam lemak jenuh.

Proses pemakaian minyak jalantah dapat meningkatkan kadar asam lemak trans. Itu berarti makanan yang dihasilkannya pun mengandung asam lemak trans. Hal itu bisa dihindari dengan penggunaan minyak goreng secukupnya, sehingga tidak ada minyak goreng sisa. Secara alami, asam lemak trans diproduksi oleh sisa metabolisme hewan. Oleh karena itu asam lemak trans didapati dalam susu hewan ruminansia, dalam mentega, juga dalam lemak yang ada dalam daging. Secara sintesis asam lemak dapat terbentuk akibat hidrogenasi asam lemak, sehingga menyebabkan terjadinya isomerisasi ikatan rangkap bentuk alami menjadi bentuk isomer trans.

Dari berbagai sumber.

0 komentar:

Posting Komentar